| Dok.Istimewa |
Tik tik tik...berusaha konsentrasi. Mengetik, membaca, mengetik..tik tik tik.
Anak yang kecil terbangun. "Ibu sedang mengerjakan tesis?"
"Iya nak...." jawab ibu.
Waktu menunjukkan pukul 5 pagi. Udara masih terasa dingin. Anak bangun hanya berpindah tempat tidur, dari kamar ke sofa mendekati ibunya.
Tik tik tik..ketak ketik ketik..tak terasa sudah pukul 7. Ibu bergegas ke dapur, menyiapkan sarapan.
"Sreng sreng sreng..bresssttt.." suara akrobat di dapur.
Kedua anak sudah bangun dan duduk di kursi makan. Mereka minum, lalu drama sampai keduanya selesai mandi. Bersiap sarapan lalu mengantarkan keduanya berangkat sekolah. Pukul 10.00 kembali ke rumah, mandi lalu melanjutkan mengetik, membaca, beres-beres dan pukul 12 menjemput anak pulang sekolah. Dan bersama mereka kembali di rumah. Mengetik jelas tak mungkin. Anak-anak makan, bersih-bersih badan, lalu mulai beraktivitas. Yang kecil siap-siap tidur siang, yang besar menonton televisi.
Ibu memanfaatkan jeda waktu untuk mengetik. Tak tik tuk tak tik tuk...
Datang anak yang besar. "Bu, hidungku mampet..". Ibu bergegas ke dapur, mengiris jeruk nipis, memerasnya, merebus air hangat, menuangkannya ke gelas, menambah gula setengah sendok ke dalam gelas.
"Duduk sini kak..minum pelan2 selagi hangat. Ibu melanjutkan mengetik ya." Anak mengangguk sambil menyeruput jeruk nipis hangat.
Ibu duduk kembali. Menatap laptop, membaca dan tik tik tik....
Tak lama kemudian anak yang kecil datang. "Ibu aku lapar..".
Ibu kembali ke dapur, memasukkan bakso ikan ke dalam sayur sop, menghangatkannya dan menghidangkannya dalam sebuah mangkok. Menyeplok telur dan menyiapkan teh hangat. Juga menyiapkan makanan untuk kakak yang sedang flu.
"Habiskan sopnya ya, makan yang banyak supaya kakak lekas sehat. Adik yang semangat makan supaya tidak tertuar flu kakak. Ibu melanjutkan mengetik ya..". Kedua anak mengangguk.
Ibu kembali ke laptop. Waktu menunjukkan pukul 5 sore. Waktunya anak-anak mandi. Dan kehebohan tiap sore terjadi.
"Ibu jangan ngetik terus. Aku pingin main sama ibu," rengek yang kecil.
"Ibu juga pingin main sama adik dan kakak. Beri waktu ibu menyelesaikan tugas ibu ya. Kalau sudah selesai nanti kita jalan-jalan, main bersama".
Menyelesaikan ritual sore sampai pukul 8 malam. Menyiapkan tempat tidur, mengondisikan anak tidur lebih cepat. Anak yang besar tak perlu waktu lama untuk tertidur pulas. Sementara yang kecil tidak akan tidur jika ibunya tak berbaring di sisinya, membacakan cerita pengantar tidur.
Anak dan ibu tertidur. Pukul 11 malam ibu terbangun. Mata berurai air tanda menyerah pada bantal. Menyerah memeluk guling sampai suara pembuka pagi bersahutan.
Ibu terbangun, kembali duduk. Kadang membaca, kadang kebingungan seorang diri, terkadang menyerahkan diri terseret pada bacaan. Sekadar lari, mengisi kepala supaya tak kebingungan. Lalu waktu berputar dengan cepat. Mengejar, meninggalkan, melambaikan tangan sepanjang waktu.
Ini menjelang bulan keenam yang seharusnya tugas itu sudah selesai dan dikumpulkan. Seharusnya pula ibu dan anak sudah bisa bermain tenang tanpa merasa bersalah. Sore berganti malam dan malam berganti pagi.
Di sinilah ibu sering merasa bersalah. Merasa gagal belum menyelesaikan yang sudah dimulai. Membiarkan waktu meninggalkannya dan menyerahkan diri kepada kesempurnaan yang tak mungkin tergapai.
#HariAnti Kekerasan Terhadap Perempuan# marimembersamaiperempuan# tumbuhbersama#berdaya bersama
Akhir November, 2021
Bogor
No comments:
Post a Comment