![]() |
| Dok.pri |
Bertemu dengan perempuan muda
yang energik, selalu berpikir positif, dan menyediakan waktu untuk orang lain
ini memberikan energi besar bagi saya.
Suatu sore kami mengagendakan pertemuan di Kawasan Tebet. Bagi saya ini pertemuan perdana setelah beberapa pertemuan sebelumnya saya tak bisa bergabung. Kami berkenalan, bertukar pengalaman, dan menceritakan alasan bergabung dengan komunitas 'Let's Talk' .
Suatu sore kami mengagendakan pertemuan di Kawasan Tebet. Bagi saya ini pertemuan perdana setelah beberapa pertemuan sebelumnya saya tak bisa bergabung. Kami berkenalan, bertukar pengalaman, dan menceritakan alasan bergabung dengan komunitas 'Let's Talk' .
Ide membuat komunitas ini
sendiri sudah saya anggap luar biasa. Karena, menjadi pendengar yang baik,
menyediakan waktu dan kesempatan untuk orang lain yang tidak kita kenal itu
tidak mudah.
Dan beberapa perempuan ini
menjawabnya. "Karena, jika kami tak bisa memberi apa-apa untuk orang lain
yang membutuhkan, setidaknya yang kami punya seperti indera pendengar dan
indera lainnya di dalam tubuh saya memberikan manfaat bagi orang lain,"
demikian dikatakan Putri, salah satu penggagas komunitas Let's Talk dalam
sharingnya.
Bagi saya, mungkin berlaku juga
bagi Anda, masalah dalam hidup ini pasti ada saja bentuknya. Tidak mengenal
jenis kelamin, status sosial, masalah bisa datang kapan saja dan di mana saja.
Saya bahkan menganggap masalah seperti telah menjadi teman hidup. Selalu datang
dan pergi tanpa kita tahu. Begitu terus dan berulang. Namun, saya merasa sangat
beruntung. Sebesar apa pun masalah yang saya hadapi beberapa bisa saya
tumpahkan ke teman baik yang bersedia menjadi pendengar yang baik.
Masalah yang tidak bisa kita
kendalikan bisa merusak pikiran dan berpengaruh terhadap kesehatan. Suatu hari seorang
teman, jurnalis senior di bidang ekonomi sebut saja inisialnya D bercerita, dia sering
mual mules ketika hendak menulis berita dan mengedit tulisan.
Dia mengaku bingung dengan gejala yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Dia juga mengaku menjadi sangat sensitif dan mudah tersinggung. Pernah suatu kali D harus berurai air mata ketika beberapa kali mengetikkan jarinya di atas tuts keyboard, namun kata-kata yang ia rangkai tak juga tersusun seperti yang ia harapkan.
Dia mengaku bingung dengan gejala yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Dia juga mengaku menjadi sangat sensitif dan mudah tersinggung. Pernah suatu kali D harus berurai air mata ketika beberapa kali mengetikkan jarinya di atas tuts keyboard, namun kata-kata yang ia rangkai tak juga tersusun seperti yang ia harapkan.
Padahal D bukan jurnalis baru,
pengalaman dan jam terbang tinggi sudah membuat dia terbiasa menulis
berlembar-lembar berita. Karena, dia sudah menjadi jurnalis sejak tahun 1991,
jadi tak sulit baginya untuk merangkai kata.
Memang, redaksi di tempat dia
bekerja baru melakukan rotasi. Jadi, dia terpaksa harus beradaptasi dengan
rubrik baru yang sebelumnya belum pernah ia pegang. Namun, rotasi menurutnya
juga tidak menjadi masalah yang berarti. Karena, D juga sudah puluhan kali
dirotasi dan bisa cepat menyesuaikan diri.
Tidak lama kemudian, D harus
mengahadapi persoalan baru, ibunya jatuh sakit dan tak lama berselang dia putus
dengan pacarnya. D harus mencurahkan perhatian untuk ibunya di samping harus
menghadapi persoalannya di kantor dan juga dengan pacarnya.
Merasa didera derita selama
berhari-hari bahkan berminggu-minggu, akhirnya D mendatangi psikolog untuk
menyampaikan keluhannya.
“Saya tidak nyaman mengahadapi
kondisi yang demikian. Karena, saya merasa seperti hampir gila,” katanya kepada
saya kala itu. Akhirnya, secara rutin ia melakukan konseling dan mulai menata
hidupnya. Ada banyak hal menurutnya harus ia prioritaskan untuk ditangani.
Tidak mudah, tetapi ia optimistis tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi.
Terkait dengan penanganan
stress, kala itu saya bertanya kepada psikiater dari Rumah sakit Cipto
Mangunkusumo Ayu Agung. Menurutnya, setiap tubuh memiliki reaksi berbeda ketika
menghadapi stres. Reaksi dari dampak negatif, menurut Ayu tergantung dari
kondisi kesehatan seseorang.
Jika saat stres seseorang tiba-tiba merasa mual mules, maka orang tersebut memiliki gangguan lambung. Begitu juga bagi seseorang yang tiba-tiba mengalami sesak napas saat stres. Bisa dipastikan bahwa orang tersebut memiliki gangguan pernapasan.
Jika saat stres seseorang tiba-tiba merasa mual mules, maka orang tersebut memiliki gangguan lambung. Begitu juga bagi seseorang yang tiba-tiba mengalami sesak napas saat stres. Bisa dipastikan bahwa orang tersebut memiliki gangguan pernapasan.
"Tergantung locus sinorus
(daerah yang normalnya rentan) pada masing-mamsing tubuh," katanya.
Setali tiga uang dengan Ayu, psikolog
perkembangan perempuan Rosdiana Setyaningrum menyebut, masalah yang dihadapi D banyak
juga dialami perempuan maupun laki-laki lainnya dari berbagai profesi.
Penyebabnya macam-macam. Bisa karena stres yang berkepanjangan atau karena akumulasi
stres. Rosdiana menyarankan, bagi siapa saja yang menghadapi stress sebaiknya
harus segera mencari solusianya.
“Yang dihadapi D ini jenis stres
karena dibiarkan menumpuk,” ujarnya.
Biasanya, kata Rosdiana, pasien
seperti D tidak berjuang mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapinya.
Sehingga, dia merasa seperti ditimbun masalah.
Untuk mengahadapi kondisi
demikian, psikolog akan meminta pasien mendata semua persoalan yang dihadapi.
Selain persoalan, pasien juga akan diminta mendata kekuatan dan kelebihan
pasien. Upaya ini dilakukan untuk memudahkan pasien mencari jalan keluar.
Karena, kelebihan dan kekuatan bisa menjadi penopang pasien untuk bangkit.
“Kita akan minta pasien
melakukan hal-hal positif semampunya. Jangan menunggu semua persoalan selesai
baru melakukan sesuatu,” ujarnya.
Apakah cukup sampai di situ?
Tidak. Rosdiana mengatakan, stres terjadi biasanya karena seseorang memilih
menutup diri ketimbang membagikannya kepada sahabat. Padahal, sahabat bisa
menjadi salah satu altrenatif penyembuh stres.
“Bercerita, berbagi bisa menjadi
solusi untuk mengurangi beban,” katanya.
Sependapat dengan Rosdiana,
berdasarkan hasil penelitian The American Psychological Association’s, stres
jika tidak segera diatasi bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik juga
mental. Menurut APA, stres harus dikenali dari jenis penyebab dan karakternya.
Dan cara-cara yang digunakan untuk menyembuhkannya juga harus sehat.
“Karena stres sebenarnya mudah
diatasi dengan mudah jika tahu caranya,” tulis APA.
Kustiah



