![]() |
| Detik.com |
Gang sempit di Kramat Jati, Jakarta Timur ini mengajarkan kita banyak hal. Salah satunya
menebarkan kasih meski dalam perbedaan.
Menemukan Gang Eka Dharma RT 001 RW 08
Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur tidaklah terlalu sulit. Gang ini
cukup mencolok dibanding gang lain. Meski sepanjang depan gang tertutup toko
percetakan yang selalu ramai dan sibuk, begitu berbelok masuk gang kita akan
menemukan keteduhan. Jembatan yang menjadi pintu masuk gang ini sisi kanan
kirinya dipenuhi bunga hijau yang diletakkan di pot hitam berpenyangga besi.
Berjalan ke dalam, gang yang hanya cukup dilewati satu motor ini asri dan
bersih. Ada dua plang penunjuk di pintu masuk gang, pelang tertulis Gereja
Kristen Pasundan, Kampung Tengah dan pelang penunjuk Mushala Al Mukhlashiin.
Dua tempat ibadah ini berdekatan dan bertempat di RT yang sama.
Menurut Ketua RT 001 Neng Harti (60) yang menjabat tiga periode sebagai ketua RT, warganya yang terdiri atas 100 KK atau sekitar 400 orang 50 persen beragama Islam, satu dua beragama Katholik, dan sisanya beragama Kristen. Meski terdapat dua agama yang memiliki pengikut hampir sama besarnya, di RT 001 tidak pernah terjadi konflik beragama.
"Semua damai dan tenteram,” ujarnya kepada penulis kala itu.
Menurut Ketua RT 001 Neng Harti (60) yang menjabat tiga periode sebagai ketua RT, warganya yang terdiri atas 100 KK atau sekitar 400 orang 50 persen beragama Islam, satu dua beragama Katholik, dan sisanya beragama Kristen. Meski terdapat dua agama yang memiliki pengikut hampir sama besarnya, di RT 001 tidak pernah terjadi konflik beragama.
"Semua damai dan tenteram,” ujarnya kepada penulis kala itu.
Jika Hari Natal tiba warga muslim akan
mengunjungi warga yang merayakan Natal. Begitu sebaliknya. Jika Hari Lebaran,
warga non muslim yang mendatangi rumah warga muslim. Ketenteraman dan suasana
harmonis di RT 001 dibenarkan mantan pengurus RW Dandy Sendayu (50). Menurut
Dandy, suasana di lingkungan tempat ia tinggal tak mudah ditemukan di tempat
lain. Meski ajaran bertoleransi diajarkan dan selalu digemborkan ia masih sulit
menemukan ketenteraman beragama seperti di lingkungannya. Ia berharap suasana harmonis terus terjalin. Karena,
menurutnya menyoal perbedaan tak akan ada habisnya dan hanya akan membuat
kegaduhan tak berarti.
Ketenteraman dan keharmonisan beragama di Kramat Jati,
Jakarta Timur tercipta karena peran banyak orang. Salah satunya adalah Pendeta Magyolin Carolina (42) dan suaminya, Elang
Dharmawan (41). Magyoline adalah pemimpin gereja Kristen Pasundan di Kramat
Jati, Jakarta Timur. Ia ditugaskan Sinude untuk memimpin gereja yang jaraknya
hanya sekitar 200 meter dengan satu-satunya mushala di RT tersebut.
Pendeta yang sebelumnya bertugas
memimpin jemaat di Gereja Bekasi bersama suaminya membentuk Komunitas Anak
Sabtu Ceria (KASC), sebuah komunitas dongeng untuk anak-anak. Awal cerita
karena Olin memiliki koleksi buku dongeng lumayan banyak. Ia dan suaminya
sering bergiliran mendongeng untuk anak-anaknya. Karena di RT 001 banyak anak
kecil, Olin dan suaminya berinisiatif mengajak amereka bergabung. Olin
mengusulkan ke Herti selaku ketua RT.Untuk menghindari tuduhan ’Kristenisasi”
Olin dan suaminya mempersilakan ustad dan para orang tua anak untuk mengecek
isi buku.
Melihat rumah Olin yang tak memungkinkan
menampung anak-anak usia 3-12 tahun yang berjumlah sekitar 25 anak, Herti
selaku ketua RT bersama tokoh agama yang juga pemimpin Mushala Al Mukhlashiin
Ustad Harun mempersilakan Olin menggunakan Mushala sebagai base
camp atau ruang berkumpul KASC.
Berangkat dari prasangka baik yang
dibangun kedua tokoh agama itulah KASC tumbuh berkembang sejak 2012 hingga saat
ini. Masyarakat Islam tak pernah mempersoalkan Olin selaku pendeta dan suaminya
yang beragama Kristen menggunakan mushala sebagai tempat mendongeng.
Sebaliknya, Olin dan suaminya juga tak pernah merasa keberatan berbagi ilmu
bersama warga yang beragama Islam. Sementara anak-anak sedang mendengar dongeng
dan cerita yang sebagian besar temanya seputar persahabatan, kebaikaan, cinta
kasih, para ibu yang turut datang juga bisa membaca buku yang kebanyakan isinya
seputar resep masakan, kisah inspiratif, dan tentang budi daya tanaman.
**
Kustiah
Kustiah

No comments:
Post a Comment