Thursday, March 5, 2020

Membingkai kisah hebat




Dok.pri


Kustiah. Saya dilahirkan di kota kering tandus, Blora 10 Mei. Selalu merasa perlu belajar sehingga di usia yang sudah tidak lagi muda saya melanjutkan belajar di bangku kuliah sebagai mahasiswa pascasarjana Komunikasi Pembangunan Institut Pertanian Bogor (IPB University). Mengenai blog 'ruang inspirasi" ini saya akan bercerita singkat bagaimana blog baru yang saya buat dalam rangka  memenuhi tugas kuliah ini hadir. Blog ini ada di alamat ruanginspirasi81.blogspot.com.

Ini blog kedua dari blog pertama yang saya buat pada 2008. Blog pertama isinya lebih banyak tentang ‘curhatan’ dan tulisan hasil liputan di tempat kerja terdahulu. Sedih sebenarnya, seharusnya saya membuat blog ini empat tahun lalu, setelah saya resign dari detik.com, bukan karena paksaan tugas kuliah. Tetapi apa boleh buat. Terima kasih kepada Dr. Irman Hermadi, S.Kom, M.S, dosen pascasarjana untuk mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi Pembangunan (TIK) IPB.  

Dosen lulusan Universitas New South Wales Australia yang juga Ketua Program Ilmu Komputer IPB  ini menugaskan mahasiswanya membuat blog. Tanpa paksaan beliau mungkin blog ini tidak akan ada di hadapan pembaca.


Saya menamai blog ini ruang inspirasi. Ruang yang menceritakan kisah inspiratif dari orang-orang yang menginspirasi..

Mereka adalah para perempuan dan laki-laki pejuang yang sesungguhnya. Keinginan menceritakan kisah hebat mereka ke dalam sebuah blog sudah lama saya angankan. Hanya saja, keinginan hanya tinggal angan karena kebanyakan alasan untuk mengerjakannya.

Padahal untuk mewujudkannya sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama. Tetapi, benar apa yang pernah disampaikan Prof Kudang Boro Seminar, yang juga dosen TIK dan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian IPB, dalam sebuat kuliah di kelas bahwa "Orang sukses kelebihan satu akal. Sementara orang gagal kelebihan satu alasan".

Akan selalu banyak alasan untuk tidak mengerjakan. Padahal jika dikerjakan akan selalu ada jalan. 
Kembali ke orang-orang hebat yang hendak saya ceritakan dalam blog ini. Saya bertemu mereka bukan tanpa sengaja. Sebelum bertemu mereka saya melakukan riset, survei lokasi, dan bertanya kepada orang-orang sekitar sebelum akhirnya bertemu. Atau saya berselancar melakukan riset sebelum akhirnya memutuskan mengirim email untuk janjian wawancara. 

Mereka adalah narasumber saya. Orang-orang hebat yang pernah saya tulis untuk media tempat saya bekerja di detik.com, khususnya majalah detik.com rubrik inspiring people. Setelah resign, saya masih berkomunikasi dan sesekali mengunjungi beberapa dari mereka dan menuliskan kembali kisah mereka untuk website konde.co, media yang mengulas isu-isu perempuan dan kaum marginal. Karena, kisah mereka terlalu hebat untuk dilewatkan. 

Merekalah para agen perubahan sesungguhnya. Melakukan kebaikan tanpa disuruh, berkeringat tanpa dibayar, memberi  tanpa diminta, dan menginspirasi banyak orang. Mereka bukan siapa-siapa, bukan pejabat bukan pula konglomerat. Tetapi mereka punya hati, punya banyak ‘harta’ dan punya kasih yang tak ada gudang untuk menyimpannya. Semoga kisah yang saya bagikan menginspirasi para pembaca sekalian. Terima kasih.

Selamat membaca
Salam
Kustiah




No comments:

Post a Comment

Wawa dan mamanya

dok.ist Namanya Wawa. Anak periang. Selalu tersenyum, sering terdengar ringik tawa setiap bertemu siapa saja, bahkan yang tak ia kenal sekal...